Filosofi Semar

by membualsampailemas


assalamualaikum..
Para pembaca pasti sudah tidak asing lagi dengan tokoh Semar. Tokoh pewayangan lintas generasi baik dari epos Ramayana sampai ke Mahabarata. Oke, mungkin buat sebagian dari kalian sekarang sudah sama sekali tak tertarik dengan dunia pewayangan, tapi buat yang masih punya rasa ketertarikan, saya hendak berbagi sedikit ini tentang Semar.

Semar, semula saya mengira Semar adalah tokoh Chirawijin/makhluk berumur panjang karena dia muncul di Ramayana maupun Mahabarata seperti halnya Ramaparasu sang Awatara Wisnu ke 6 sebelum Shri Rhama dan Kresna. Dan ternyata bukanseperti yang saya pikirkan.

Semar ternyata samasekali tidak ada dalam Ramayana maupun Mahabarata (versi asli) dan hanya ada dalam pewayangan Jawa. Semar adalah murni tokoh buatan lokal oleh para pujangga Jawa. Jadi, di India, Thailand, Malaysia, Vietnam, Nepal, Sri Lanka yang tau juga kisah Ramayana dan Mahabarata tidak kenal yg namanya Semar.

Dikisahkan (ada beberapa versi,saya mau cerita 1 saja yang paling banyak dianut dalang jawa) Semar adalah penjelmaan Batara Ismaya.
Sejarahnya adalah dulu, Sang Hyang Wenang punya putra bernama Sang Hyang Tunggal. Sang Hyang Tunggal menikah dengan seorang dewi tapi tak kunjung memiliki anak. Akhirnya sang dewi malah tidak melahirkan anak tapi melahirkan sebuah mustika berupa telur. Sang Hyang Tunggal pun lumayan gembira walaupun yang lahir adalah mustika telur. Tapi, setelah menunggu beberapa tahun, ternyata telur tersebut tak kunjung menetas. Akhirnya Sang Hyang Tunggal tidak sabar dan memecah telur itu.
telur itu pecah dan menjadi 3 bagian, yaitu cangkang, putih telur dan kuningnya.
Cangkang telur itu berubah menjadi bayi bernama Antaga, Putih Telur berubah menjadi Ismaya dan Kuning Telur bernama Manikmaya.

Seiring berjalannya waktu, ketiga putra Sang Hyang Tunggal itu pun tumbuh menjadi anak yang tampan dan rupawan. Suatu hari, Antaga dan Ismaya mendngar kabar burung bahwa tahta khayangan ternyta akan diwariskan kepada Manikmaya si bungsu. Kontan mereka iri. Mereka secara diam-diam mengadakan perlombaan menelan gunung, barang siapa yang bisa menelan gunung, dialah yang berhak menjadi pewaris tahta.
dan benar saja mereka memulai lomba itu. Antaga berusaha menelan gunung yang besar sekaligus oleh karena itu mulutnya sobek, dan Ismaya menelan gunung sedikit demi sdikit sampai habis dan berhasil, tapi celakanya dia tidak dapat mengeluarkan gunung itu lagi akhirnya badannya bundar.
Sang Hyang Tunggal yang mengetahui kejadian tersebut marah kepada mereka dan terang saja tahta jadi di wariskan pada Manikmaya. Antaga dan Ismaya dibuang ke bumi.

Nah, setelah pembuangan Antaga dan Ismaya ke bumi oleh Sang Hyang Tunggal, Manikmaya diangkat menjadi Raja Kahyangan dan bergelar Batara Guru. Sedangkan kedua kakaknya, Antaga menjadi bernama Togog (pengasuh para raksasa) dan Ismaya menjadi Semar (pengasuh keturunan ksatria)
Nah,yang kita bahas di sini adalah Semar. Di Ramayana, Semar muncul sebagai penasehat Rama. Dan di Mahabarata muncul menjadi penasehat para Pandawa bersama Kresna.
Semar punya kebijaksanaan yang tinggi, humoris, dan berbudi baik.
FILOSOFI bentuk FISIK SEMAR
Semar berbadan bundar melambngkan Bumi tempat tinggal umat manusia. Mulutnya selalu tersenyum, tapi matanya sayu, melambangkan kebahagiaan dan kesedihan. Wajahnya tua tapi rambutnya dikuncung seperti anak kecil melambngkan Tua dan Muda. Dia berkelamin laki-laki tapi mempunyai payudara (nah lo!) melambangkan laki-laki dan perempuan.
Dia penjelmaan dewa dan hidup sebagai rakyat jelata melambngkn Aasan dan Bawahan.
Semua bagian tubuh Semar mewakili karakter tertentu yang melambangkan kehidupan di bumi ini. Itulah karangan para Pujangga Jawa.
Selain Semar, yang saya tahu para Punakawan lain tidak ada dalam cerita Ramayana dan Mahabarata (versi asli). Juga Antasena dan Antareja putera Wrekudara.
Dari pelajaran di atas, dapat dipetik pelajaran banyak sekali. Maka Cintailah Budaya Kita sebelum Mencintai Budaya Orang Lain, tak bermaksud memaksa, tapi alangkah eloknya jika demikian.
Wayang mungkin sekarang masih bertahan, tapi entah 20 atau 10 tahun lagi. Apa anak cucu kita masih bisa melihatnya atau tidak. Asal tahu saja, jumlah dalang di Jawa Tengah itu KURANG dari 200 orang tahun 2010 ini. Siapa yang mau merawat Budaya Jawa jika bukan orang Jawa dan orang yang mencintai Jawa? saya pernah lihat orang Jepang jadi sinden, namanya Hiromi Kanou, terus pernah lihat orang Prancis menjadi niyaga dan dalang, orang Blanda juga. Kita bagaimana? Kebanyakan cerita Ramayana dan Mahabarata saja kita tidak tahu dan tidak mau tahu, mungkin. Yang kita tahu itu cuma Harry Potter, Naruto, Twilight, dan lainnya, bukan bermaksud menjelekkan, tapi apakah elok sastra negeri orang dinomorsatukan sedangkan sastra sendiri ditakacuhkan. Kita terpesona yang lain. Gajah di pelupuk mata tak tampak, kuman di seberang lautan tampak. Ironis.
saya tahu dan tertarik untuk tahu karena mungkin dulu bapak saya adalah niyaga dan kadabg juga dalang (sampingan selain pekerjaan utama beliau, PNS)
Ilmu pewayangan saya dapatkan otodidak lewat Wikipedia baru beberapa saat yang lalu, padahal saya sudah tertarik sejak dulu. Dan satu hal yang belum tapi saya ingin belajar adalah ilmu Karawitan.
Sekarang, apa yang mau teman-teman lakukan? saya tebak mungkin “ah, mendìng moco Harry Potter”. ironis..
Sekian, Wassalam

Nah, setelah pembuangan Antaga dan Ismaya ke bumi oleh Sang Hyang Tunggal, Manikmaya diangkat menjadi Raja Kahyangan dan bergelar Batara Guru. Sedangkan kedua kakaknya, Antaga menjadi bernama Togog (pengasuh para raksasa) dan Ismaya menjadi Semar (pengasuh keturunan ksatria)
Nah,yang kita bahas di sini adalah Semar. Di Ramayana, Semar muncul sebagai penasehat Rama. Dan di Mahabarata muncul menjadi penasehat para Pandawa bersama Kresna.
Semar punya kebijaksanaan yang tinggi, humoris, dan berbudi baik.
FILOSOFI bentuk FISIK SEMARSemar berbadan bundar melambngkan Bumi tempat tinggal umat manusia. Mulutnya selalu tersenyum, tapi matanya sayu, melambangkan kebahagiaan dan kesedihan. Wajahnya tua tapi rambutnya dikuncung seperti anak kecil melambngkan Tua dan Muda. Dia berkelamin laki-laki tapi mempunyai payudara (nah lo!) melambangkan laki-laki dan perempuan.Dia penjelmaan dewa dan hidup sebagai rakyat jelata melambngkn Aasan dan Bawahan.Semua bagian tubuh Semar mewakili karakter tertentu yang melambangkan kehidupan di bumi ini. Itulah karangan para Pujangga Jawa.Selain Semar, yang saya tahu para Punakawan lain tidak ada dalam cerita Ramayana dan Mahabarata (versi asli). Juga Antasena dan Antareja putera Wrekudara.
Dari pelajaran di atas, dapat dipetik pelajaran banyak sekali. Maka Cintailah Budaya Kita sebelum Mencintai Budaya Orang Lain, tak bermaksud memaksa, tapi alangkah eloknya jika demikian.Wayang mungkin sekarang masih bertahan, tapi entah 20 atau 10 tahun lagi. Apa anak cucu kita masih bisa melihatnya atau tidak. Asal tahu saja, jumlah dalang di Jawa Tengah itu KURANG dari 200 orang tahun 2010 ini. Siapa yang mau merawat Budaya Jawa jika bukan orang Jawa dan orang yang mencintai Jawa? saya pernah lihat orang Jepang jadi sinden, namanya Hiromi Kanou, terus pernah lihat orang Prancis menjadi niyaga dan dalang, orang Blanda juga. Kita bagaimana? Kebanyakan cerita Ramayana dan Mahabarata saja kita tidak tahu dan tidak mau tahu, mungkin. Yang kita tahu itu cuma Harry Potter, Naruto, Twilight, dan lainnya, bukan bermaksud menjelekkan, tapi apakah elok sastra negeri orang dinomorsatukan sedangkan sastra sendiri ditakacuhkan. Kita terpesona yang lain. Gajah di pelupuk mata tak tampak, kuman di seberang lautan tampak. Ironis.saya tahu dan tertarik untuk tahu karena mungkin dulu bapak saya adalah niyaga dan kadabg juga dalang (sampingan selain pekerjaan utama beliau, PNS)Ilmu pewayangan saya dapatkan otodidak lewat Wikipedia baru beberapa saat yang lalu, padahal saya sudah tertarik sejak dulu. Dan satu hal yang belum tapi saya ingin belajar adalah ilmu Karawitan.
Sekarang, apa yang mau teman-teman lakukan? saya tebak mungkin “ah, mendìng moco Harry Potter”. ironis..
Sekian, WassalamPerwujudan Semar dalam Wayang Gaya Jogja

Iklan