Ramayana

by membualsampailemas


Assalamualaykum

Sudah ada Semar kemarin. Sekarang saya ingin cerita tentang kerukunan antara sodara-sodara Rama. Kalian pasti sudah pada ngerti lah tokoh utama Ramayana itu, tapi apa sudah tahu bagaimana keluarga dan sejarahnya? ^^oke,tak ceritani..
Awal dari Ramayana, adalah Kerajaan Kosala yang berpusat di Ayodya, tempat Prabu Dasarata, ayah Rama memerintah. Dia adalah raja legendaris (maharajadiraja) dari India. Dia punya istri 3. (madu 3). Nama istrinya itu yang pertama Dewi Kosalya, trus Dewi Sumitra dan Dewi Kekayi. Suatu saat, Dasarata gelisah karena tak kunjung punya anak.

“Aduh, gue udah tua gini kok belum juga punya anak, padahal istri gue udah 3 pula.. :( apa gue mandul?”

Maka dia melaksanakan upacara Putrakama Yadnya untuk memohon anak pada dewata.

“Oh, Dewa, hamba pengin banget deh punya anak, yang baik dan bagus, tampan kalau laki, cantik kalau perempuan, pokoknya yang cakep deh, Dewa” kata Dasarata memohon.

Lalu turunlah air suci dari kahyangan. Masing-masing istri Dasarata disuruh untuk meminum seteguk air suci itu atas perintah dewata.

Kosalya dan Kekayi minum seteguk, tapi Sumitra minum dua teguk lalu mereka pun hamil, soalnya mungkin waktu itu si Dewi Sumitra lagi kehausan habis nyuci, mungkin lho ya.. Tak beberapa lama, mereka melahirkan, ya sekitar 9 bulanan lah ya. Yang pertama adalah Dewi Kosalya, dia melahirkan Ramawijaya, lalu Dewi Kekayi melahirkan Bharata, dan Dewi Sumitra karena 2 teguk, dia melahirkan 2 bayi, yaitu Laksmana dan Satrugna. Oke, mungkin yang paling kalian tahu itu Rama dan Laksmana, tapi masih ada Bharata dan Satrugna, mereka juga sodaranya si Ramawijaya.

Keempat Pangeran Ayodya itu tumbuh menjadi cowok yang ganteng dan berbudi luhur, baik, tidak sombong dan membuang sampah di tempatnya. Pernah suatu ketika (ini ngarang ya) mereka dikasih permen yang berbungkus, mereka tadinya gak mau karena takut giginya ompong kalau makan permen, biasalah karena anak kecil gampang ditakut-takutin, tapi karena namanya juga anak kecil, mereka ya mau deh, habis ngupas bungkus permennya, eh langsung dibuang ditempat sampah lho.. (applause)

Mereka diasuh oleh seorang resi bernama Wasista yang hebat. Wasista mengajarkan dharma pada keempat pangeran itu sehigga mereka saling akur.
Laksmana dan Satrugna adalah sodara kembar dari 1 ibu, yaitu Dewi Sumitra, tapi Laksmana cenderung dekat dengan Rama, dan Satrugna cenderung dekat dengan Bharata. Tidak tahu kenapa, mungkin ya karena sudah takdir ya.
Yang patut kita contoh adalah sikap keempat sodara itu yang akur, tidak iri satu sama lain meski berbeda ibu. nah lo, bagaimana dengan anda? yang biasanya satu ibu satu ayah pula malah sering bertengkar. -,-
Alkisah suatu saat ada seorang resi teman dari resi Wasista bernama Wiswamitra memohon bantuan pada Prabu Dasarata untuk mengirimkan Rama (karena dia adalah murid Wasista yang paling pandai) untuk membantu menumpas para raksasa di hutan yang mengganggu para brahmana yang bertapa.

“Duh Prabu, hamba minta bantuan deh, Prabu, di hutan, raksasa-raksasa pada gangguin para pendeta yang lagi bertapa, It’s annoying banget lah.. Katanya pangeran dari Kerajaan ini ada yang handal, murid dari teman saya, Resi Wasista, Namanya si Rama. Hamba pengin itu dia membasmi raksasa penggangu itu, Prabu, gimana? Mau dong?” kata Wiswamirta memohon tapi agak maksa.

Dasarata awalnya enggan, tapi dia tahu bahwa resi Wiswamitra keinginannya harus dituruti dan dia pun gemar memberi kutukan (karena gampang marah) pd siapa saja,

“Gini deh, kalo dia mau, ntar negeri ini bakalan aman sentosa, tpai kalo enggak ya.. gak tau deh..” kata Wiswamitra agaka maksa lagi. “Sante aja, ntar hamba kasih deh si Rama itu jurus ampuh! Mau dong? ya Prabu” *senyum manis*

akhirnya Dasarata mengabulkan permintaan Wiswamitra.

“Oke lah kalo begitu.. -,- tapi ini kamu tanggung jawab ya sama anak saya.. Dia itu anak tertua saya lho..” kata Dasarata

“Oke deh! ;) ” sahut Wiswamitra

Rama pun dikirim untuk membantu, dan Laksmana ingin ikut. Maka mereka berdua berangkat ke hutan. Sementara Bharata pergi ke tempat pamannya yaitu Kekaya, saudara ibunya, Dewi Kekayi untuk menghadiri acara keluarga, gak tau apa, mungkin yasinan.
Wasista sebagai guru Rama dan Laksmana menghibur Dasarata dan berkata bahwa mereka akan baik-baik saja karena telah mendapat ilmu Bala dan Atibala darinya.

“Santai aja Prabu, mereka bakalan baik-baik aja kok. mereka itu sakti, apalagi Rama, dia itu anak ajaib”

“iya, Was, tapi ya sebagai orang tua, gue tetep khawatir, wajar kan”

Di hutan, Rama dan Laksmana membunuh para raksasa pengganggu dan mereka berhasil, Suatu saat Resi Wiswamitra mendengar sayembara.

Sayembara itu dari kerajaan Mathila untuk memperebutkan seorang putri cantik bernama Dewi Sita (Sinta). Barang siapa yang dapat membengkokkan busur Siwa milik Raja Janaka (ayah Sita) ,maka akan mendapatkan puterinya. Akhrnya Rama pun mengikutinya. Dia ternyata tak hanya membengkokkan busur Siwa, tapi juga dapat mematahkannya, para hadirin kagum, dan Sita pun langsung kesengsem pada Rama.

“Wow, cewenya cakep, bro!” kata Rama

“iya, :9 wah cakep ya.. lo bruntung deh mas..” kata Laksmana

“haha, gue gitu loh..”

Wiswamitra mengabarkan pada Dasarata bahwa putranya berhasil memboyong Dewi yang sangat cantik. Dasarata pun senang, dan dia segera pergi ke tempat Rama untuk menyaksikan pernikahan putranya.

Sekembalinya Rombongan Rama ke Ayodya dengan memboyong Sita, ditengah jalan mereka dìhadang Ramaparasu (Awarta Wisnu ke 6 sblum Rama), dia adalah Ciranjiwin (makhluk abadi). Dia menantang Rama yang juga Awatara Wisnu ke 7 untuk mematahkan busur Wisnu. Dan Rama pun sanggup, lalu Parasurama mengakui kehebatan Rama itu.

“E E ladalah, ternyata ada iring-irangan lewat nih. Denger-dengar lo kuat. Nama lo Rama kan?” kata Parasurama

“Kok lo tau? siapa lo?” kata Rama

“Gue Parasurama, ya biasa dipanggil Rama juga si.. gue tantang lo!”

Dlm pewayangan terknal ada 3 Rama, yang pertama adalah Rhamaparasu/ Parasurhama yang merupakan brahmana Awatara Wisnu ke 6. Dia bersenjata kapak. Lalu ada Ramawijaya, Awatara Wisnu ke 7, yang menikah dengan Sita, dia bersenjata panah. Dan yang terakhir adalah Balarama/ Baladewa, kakak Kresna pada Mahabarata, dia bersenjata gada.

Saat tiba di Ayodya, Dasarata ingin mengangkat Rama menjadi Raja. Sementara itu, Dewi Kekayi yang berputra Bharata terpengaruh hasutan pelayannya yang bernama Mantura agar memohon pada Dasarata bahwa Bharata haruslah yang dijadikan raja dan Rama dibuang ke hutan selama 14th. Saat itu padahal Bharata sedang pergi jauh ke tempat pamannya. Karena terikat janji dengan Kekayi, Dasarata mengabulkannya. Dengan sedih, dia tidak jadi menjadikan Rama sbg raja.

Rama pun ikhlas, dan pergi. Laksmana menjadi pendamping Rama pergi bersama Sita. Mereka ke Hutan.

Saat Bharata, adik Rama, pulang, dia kaget bahwa dirinyalah yang dijadikan raja. Dia pun marah pada ibunya karena mau-maunya dihasut. Dia meninggalkan Ayodya dan menyusul Rama dan memintanya kembali. Tapi Rama tidak mau karena dia menjalankan perintah ayah mereka. Bharata sampai memohon pada Rama, tp tetap tidak mau. Akhirnya Rama menyerahkan sandalnya untuk dibawa pulang oleh Bharata dan sebagai simbol bahwa Rama adalah Raja Ayodya. Bharata sedih dengan itu, dan menuruti permintaan kakaknya untuk membawa sandal dan menaruhnya di singgasana sebagai simboL. Rama juga berpesan bahwa selagi dia pergi, Bharata lah yang memerintah.

Sesampainya di Ayodya, Bharata marah pada ibu nya, Dewi Kekayi karena menyebabkan Rama keluar istana. Sementara, Satrugna si ragil akhirnya mengetahui dalang dibalik semua itu.

Satrugna yang tau dalang dibalik pengusiran tersebut marah, karena dia sayang pada Rama dan Laksmana. Dia mendatangi pelayan Dewi Kekayi, ibu tirinya itu, yang bernama Mantura karena dialah yang menghasut Dewi Kekayi. Dia hendak membunuhnya.

Bharata yang tahu akan hal itu langsung mencegah Satrugna dan menyadarkannya bahwa Rama pastilah tidak akan senang dengan perbuatan tersebut. Satrugna pun sadar.

Prabu Dasarata pun yang sudah tua renta tersebut sedih dan beliau meninggal dalam kesedihan karena ditinggalkan putra kesayangannya.

Bharata bersama Satrugna menjalankan amanat Rama dengan memerintah Ayodya selama 14 tahun dan dalam masa itu lah terjadi perang antara Rama dan Rahwana di bagian lain dari cerita Ramayana.

Dari cerita di atas, dapat kita lihat kerukunan antar 4 bersaudara yang berbeda ibu. Mereka saling mengasihi dan menghormati. Nah, bagaimana dengan kalian dan saudara-saudara kalian?? Apakah masih suka bertengkar? :)

Perlu diketahui, dalam masa pembuangan selama 14 tahun, Rama dan Laksmana bertemu dengan Sugriwa yang kelak akan membantu mereka dalam perang melawan Alengka. Akan saya ceritakan di bagian lain.

Dalam ajaran di India, terkenal ada sebutan Awatara Wisnu. Awatara Wisnu adalah seorang penjelmaan Dewa Wisnu ke dunia untuk memperbaiki umat manusia. Yang saya tahu, Awatara wWsnu ada 9 jumlahnya. Dan saya cuma tau yg ke 6, yaitu Parasurhama, yang ke 7, yaitu Shri Ramawijaya dan yang ke 8 adalah Kresna pada Mahabarata.

Oke, pelajaran kita sekarang adalah berbaik-baiklah kalian pada saudara kalian. Yang akur, yang saling mengasihi seperti Rama, Bharata, Laksmana dan Satrugna. Saya sendiri salut pada Bharata yang mengejar Rama untuk kembali ke Ayodya. Sudahkah kita akur terhadap saudara kita??