Ramayana 2

by membualsampailemas


Assalamualaykum.

kali ini ingin cerita tentang Subali, Sugriwa dan Anjani menurut versi pewayangannya. Oke, pasti kalaian sudah pada tahu tentang monyet-monyet itu. Tapi apakah sudah pada tahutentnag kisahnya samapi menyangkut cerita inti Ramayana?

Alkisah ada seorang Resi bernama Resi Gotama beristrikan Dewi Indradi yang cantik rupawan dan awet muda. Mereka punya anak bernama Guwarsi, Guwarsa dan Anjani.
Dewi Indradi sangat cantik, sampai-sampai Batara Indra berniat merebutnya. Suatu ketika, Resi Gotama hendak pergi bertapa, dan meninggalkan istri dan anak-anaknya di asrama Resi tersebut (padepokan). Batara Indra yang tahu akan hal tersebut datang setelah Gotama pergi dan menggoda Indradi. Indradi yang setia tapi karena rayuan gombaL Indra akhirnya luluh juga (namany juag wanita).
Dia diberi hadiah sebuah cupu manik Astagina oleh Indra. Cupu tersebut sangat indah dan ajaib. Anak-anak Indradi sangat terpesona dengan itu.
Resi Gotama yang pulang setelah bertapa dan dia mengetahui perselingkuhan Indradi dan Indra itu marah. Dia mengambil cupu manik tersebut dan membuangnya jauh. Indradi pun dikutuk menjadi batu dan dilemparkan sampai perbatasan Alengka. Kelak yang dapat membebaskan Indradi adalah pihak Ramawijaya.

Anak-anak Gotama saling berebut cupu tersebut, yang jatuh di suatu tempat dan seketika tempat itu menjadi telaga. Guwarsi dan Guwarsa yang mengira cupu tersebut tenggelam lagsung menyelam untuk berebut, sementara Anjani yang di belakang kelelahan dan membasuh muka dengan air tersebut. padahal barang siapa terkena air tersebut maka akan menjadi kera. Yah, kalian tahu sendiri lah terusannya gimana?

Oleh Resi Gotama, mereka disuruh bertapa. Anjani, bertapa di sebuah telaga dan berendam di dalamnya. Nah, yang saya ceritakan disini adalah kisah Guwarsi dan Guwarsa yang berganti nama menjadi Subali dan Sugriwa. Saat bertapa, mereka didatangi Batara Narada yang meminta bantuan pada mereka untuk melawan raksasa pembuat onar brnama Mahesasura di Guakiskenda, akhrnya mereka berangkat memenuhi tugas itu.

Setibanya di Guakiskenda, Subali masuk dan menyuruh Sugriwa agar tetap di luar menunggu. Tadinya Sugriwa ingin membantu, tapi tidak boleh. Dia diberi amanat, jika nanti dari dalam gua mengalir darah putih brarti Subali yang kalah dan Sugriwa disuruh menutup goa agar Mahesasura tidak dapat keluar, tapi jika darah merah, berarti Mahesasura lah yang mati.
Dan benar saja, di dlm gua, Subali brtarung mati-matian, tapi akhirnya Mahesasura lah yang kalah, Subali memecahkan kepalanya dan otaknya hancur dan brwrna putih bercampur merah mengalir keluar gua. Sugriwa yg melihat aliran darah itu mengira Subali tewas karena melihat darah putih itu, dan selanjutnya dia menutup gua tersebut. Sugriwa ke kahyangan dan mengabarkan kejadian itu terhadap batara Guru dan batara Narada. Lalu menjelaskan apa yang terjadi. Tadinya jika Subali masih ada, maka batara Guru hendak menghadiahkan seorang bidadari bernama Dewi Tara padanya, tapi ternyata Sugriwa yang datang. akhrnya Sugriwa lah yang mendapatkan Dewi Tara.
Sugriwa pulang ke bumi dengan membwa Tara. Di perjalanan dia bertemu Subali yang ternyata masih hidup, dia menganggap Sugriwa berkhianat, lalu menghajar habis-habisan adiknya itu. Batara Narada segera melerai kedua kera tersebut dan meluruskn permasalahan. Dia menjelaskn pada Subali, dan akhrnya Subali sadar dan minta maaf pada adiknya serta merelakan Tara pada Sugriwa. Subali memilih untuk bertapa. Karena Subali masih hidup, Batara Guru menghadiahkan ajian Pancasunya yang membuat Subali tidak bisa mati.

Suatu ketika, Subali akan mengajarkan Pancasunya pada Rahwana.
ceritanya sebagai berikut:
Ada suatu versi yang saya anut. Yaitu ketika dia bertapa, Rahwana yang tahu akan Subali menyerangnya. Mereka pun bertarung sengit, tp Rahwana kalah. Ketika itu Rahwana berjanji akan bertobat pada Subali dan tidak berangkara murka. Tapi karena licik, Rahwana cuma berpura-pura. Subali menjadi sahabat yang baik untuk Rahwana, dia juga mengajarkan Pancasunya padanya. Setelah Rahwana memdapatkan ajian itu, dia ingin mengalahkan Subali dengan licik yaitu mengadu dombanya dengan Sugriwa. Dia mengutus raksasa bernama Marica untuk menyamar dan mengabrkan pada Subali bhwa Dewi Tara sering disiksa oleh Sugriwa dan ketika menyiksa, Sugriwa mengungkit-ungkit nama Subali. Subali terpancing emosi dan mendatangi Sugriwa untuk merebut Kiskenda (kerajaan itu adalah mìlik Mahesasura yang dikalahkan Subali, tp diserahkan pada Sugriwa beserta Tara), dia menghajar Sugriwa dan melemparnya ke gunung Reksyamuka. Dia hendak membunuhnya tapi karena dia di Reksyamuka, Subali tidak bisa masuk ke area tersebut karena dia pernah mendapat kutukan (mungkin akan saya ceritakan di bagian lain tentang peristiwa itu)
Akhirnya, Tara dan Kishkenda beserta isinya diambil alih Subali.

Sugriwa di Reksyamuka didampingi Hanoman, keponakannya. Dia bertapa.

Ingat saat Rama, Sita dan Laksmana di buang ke hutan selama 14 tahun dalam cerita saya sebelumnya?? Ketika itu, Dewi Sita sudah diculik Rahwana dan atas petunjuk dewata, Rama dan Laksmana pergi ke Reksyamuka mencari Sugriwa karena hanya dia yang dapat membantunya. Pada awalnya, Sugriwa curiga karena mungkin dia sedang dicari oleh Subali dan mengira Rama dan Laksmana adalah mata-mata. Dia mengrim Hanoman yang kemudian menguji Rama dan Laksmana dengan menyamar sebagai brahmana. Ternyata Rama dan Laksmana bukan mata-mata. (bersambung)

Iklan