Maaf,. 3

by membualsampailemas


Agak lebay ya? :) maaf,.

Selalu begini, setiap malam, dulu, aku mengharap kau mengirim pesan singkat padaku, untuk sekedar bertanya atau berbasa-basi atau bercerita seperti dulunya lagi. Aku merindu padamu. Sebanarnya aku tak suka bersilat lidah begini, tapi seseorang akan lebih pintar merangkai kata jika dia sednag kasmaran, atau sedang menyedihkan. Ya, mungkin aku memang menyedihkan sekarang. Hanya bisa mengasihani diriku sendiri yang dulu tak dapat berbuat apa-apa. Aku pun tak tahu apa-apa tentangmu sekarang.

Kadang aku bingung padamu, kau tahu tentang perasaanku padamu yang sebenarnya, tapi kau seperti sengaja membuatku tahu hal yang membuatku akan cemburu. Kau seperti tak mempedulikan posisiku ini. :( bagaimana mungkin kau se tega itu? Atau mungkin maksudmu supaya ini menjadi gurauan belaka? Maaf, A. Aku cemburu. :( Aku selalu menyendiri dan mendengarkan beberapa lagu yang “menggarami luka” sambil mengingatmu. Hal bodoh lain yang sering aku lakukan. :) Meratap, ya, aku terlalu bodoh untuk mengungkapkan dan terlalu pengecut, makanya aku hanya dapat menyesal menuliskan ini dan meratapi nasibku. Apa semua akan berubah?

Cinta itu memang tak dapat dipaksakan, perlahan aku dapat menerima semua itu, A. Kau sungguh bahagia kan sekarang? Apa kau pernah terlintas akan ku? ku harap itu sering terjadi. Aku bingung untuk mulai percakapan.

Kau bagai mawar dalam kaca, yang indah dan semerbak baunya, tapi itu semua dalam kaca, aku bahkan tak dapat menyentuhnya sedikit pun, hanya menikmati keindahan dari luar kaca sana. Apa aku harus memecahkan kaca itu? :(