#indonesiajujur: Tiada Pilihan Selain Kesana

by membualsampailemas


Prihatin. Itulah satu kata yang dapat terungkap ketika melihat kasus Ny.Siami, seorang wali murid yang berusaha mengungkap bobroknya sebagian kecil dari sebuah sistem pendidikan di negeri sendiri, malah akhirnya dia dicaci, dan parahnya, yang mencaci adalah orang-orang diantara bangsanya sendiri.

Prihatin, bukanlah kata yang salah. Sekarang saya maklumi kalau Presiden SBY berkata “prihatin” terhadap kasus ini, kasus yang memalukan dari sebuah bangsa yang sudah lebih dari setengah abad berdiri, bangsaku sendiri.

Tapi memang jika hanya dengan berprihatin, kita tidak akan menyelesaikan masalah. Terlebih lagi masalah ini, masalah yang berkaitan dengan kejujuran yang mana merupakan salah satu dari nilai universal yang ada pada diri manusia. Pernah saya ungkapkan sebelumnya di artikel sebelumnya pula, bahwa nilai universal adalah nilai yang mana semua manusia akan berkesepahaman sama, seperti membunuh itu buruk, berderma itu baik, berkhianat itu buruk, jujur itu baik. Dalam konteks ini, kasus Ny.Siami, jujur adalah sebuah jalan yang tiada dapat dipilih, karena memang itulah satu-satunya jalan untuk menuju sebuah konsep yang baik, sebuah tatanan yang baik demi negara tercinta.
Seolah di Indonesia ini, “jujur” sudah bukan tradisi, bukan bagian dari nilai universal kembali, dan bukan merupakan kewajaran. Karena wajar itu adalah setiap hal yang dilakukan oleh mayoritas orang akan menjadi wajar dan tidak salah. Lalu, apakah sekarang ini jujur masih merupakan sebuah kewajaran?

Mana itu bangsa yang terkenal ramah? Siapa yang menjuluki Indonesia penuh dengan orang-orang ramah? Sedangkan di jalan saja sekarang ini sudah tiada lagi saling menyapa antar orang satu dengan orang lainnya meski tiada kenal, entah itu hanya sekedar permisi karena berjalan di depannya, atau tanya jalan, atau tanya tentang sesuatu, dsb dsb.

Kembali kepada kejujuran, warga yang menganggap Ny.Siami cuma ingin terkenal dan sok nampang itu bagaimana pikirannya saya pun tidak tahu, mungkin puya sentimen tersendiri pada Ny.Siami, mungkin punya konflik internal tersendiri, mungkin memang selama ini Ny.Siami terkenal ingin caper, mungkin selama ini Ny.Siami terlalu jujur sehingga apa-apa diungkapkan, dan masih banyak mungkin-mingkin lainnya yang bertebaran di dalam pikiran orang-orang tersebut. Tapi, seperti kara Paklek Candra Malik lewat akun twitternya, “Berat sekali menuju #IndonesiaJujur namun kita tak memiliki pilihan selain ke sana http://bit.ly/jhU2Wh DUKUNG!”