Mawar Taman Khayalku 7

by membualsampailemas


Betapa perihal cinta itu tiada habis dibahas di dunia. Setiap detik ada saja orang yang jatuh cinta pada orang lain. Ada orang yang mudah jatuh cinta, ada pula yang sulit, dengan berbagai macam alasan mereka. Jogja kota yang istimewa, bukan hanya istimewa karena masih ada keraton di sini, tapi juga istimewa karena di sini jika aku boleh menyebutnya ‘the city of lover’. Bayangkan berapa pelajar yang memulai dan mendapatkan cintanya di kota bersahaja ini? Banyak tempat menarik, tempat dimana muda-mudi dapat mulai menjalin cinta. Meski aku bukan berasal dari kota ini, tapi di sini aku menemukan cinta itu sendiri, yaitu Mai. Sudah 2 bulan kami jadian, istilah kerennya itu pacaran, dan ternyata rasanya biasa saja. Tadinya kukira akan lebih istimewa. Mungkin karena sudah sejak dulu aku dekat dengan Mai.

Ani, kini dia pun masih ada di pikiranku, tapi bukan sebagai yang dulu lagi. Ani menjalani hidupnya dengan gembira itu pasti bersama Gamal. Di samping itu semua, kini aku sudah bersama Mai. Teman-teman sekampus memujiku karena Mai mau menerimaku, dikiranya aku ini bukan siapa-siapa bisa mendapatkan gadis secantik Mai itu.

Dulunya dia anak cupu, Mai-ku, nonton bioskop pun belum pernah, dan sangat ingin. Tapi kini dia sudah berpengetahuan luas, pintar pula. Aku mulai berpikir jika suatu saat aku akan meminangnya, mengingat aku tiada pernah berniat bermain-main dalam menjalin suatu hubungan. Tapi rencana Tuhan siapa yang tahu.

Dan sore itu aku melihat senja sore dari tempat parkir mobil paling atas di Ambarukmo Plasa bersama Mai di sisiku. Menikmati suasana senja yang indah dari ketinggian, cukup mengesankan.