Sepintas Renungan

by membualsampailemas


Betapa sempitnya pengetahuan kita sebagai manusia, di dunia ini walaupun sudah banyak penemuan-penemuan mutakhir entah itu tentang teknologi baru atau bukan, tapi masih banyak hal yang sulit dijelaskan oleh manusia. Hal itulah yang kita sebut Ketidaktahuan. Adanya ketidaktahuan itu lah pertanda adanya Tuhan. Tuhan memiliki apa-apa yang tidak dimiliki manusia. Selama masih ada ketidaktahuan, Tuhan itu ada, dan akan selalu ada ketidaktahuan entah itu oleh manusia atau bukan, karena Tuhan itu selalu ada.

Sore tadi ketika melihat timeline Twitter saya, kebetulan lagi menyimak tweet Sujiwo Tejo dan Candra Malik, saya menemukan sesuatu yang menarik. Tentang Tuhan dan tentang Ketidaktahuan. Tweet Sujiwo Tejo yang menarik tadi adalah salah satunya tentang pendefinisian Tuhan. Menurutnya, definisi itu adalah sesuatu batasan, sesuatu yang membatasi, karena definisi digunakan untuk mengartikan sesuatu yang belum dibatasi sehingga jika sesuatu tersebut tak didefinisikan, maka akan menimbulkan kerancuan dalam penggunaannya. Misalnya, para ilmuwan butuh suatu definisi untuk suatu hal dalam penelitiannya, itu sangat penting. Tapi, ketika kita bicara tentang Tuhan (dalam keyakinan saya adalah Allah), maka mendefinisikan itu adalah sangat tidak pantas. Definisi hanya akan membatasi, sedangkan Tuhan adalah Dzat yang tiada batasnya, Dia infinity, jika kamu mendefinisikan Tuhan sebagai penciptamu, maka kamu mengartikanNya hanya sebagai Sang Pencipta, jika kamu mendefinisikan Tuhan sebagai pengatur, maka kam mengartikanNya hanya sebagai Sang Pengatur, dan sebagainya, dan sebagainya. Lalu apa? Saya pun masih bingung jika suatu ketika, oleh mungkin anak saya atau siapa pun, “Tuhan itu apa?”, bagaimana saya harus menjawab? Sedangkan jawaban “Tuhan itu tak terdefinisi” sendiri adalah tetap saja sebuah jawaban yang mendefinisikan Tuhan sebagai sesuatu yang tak terdefinisi. Yang saya tahu, bahwa sesuatu yang tak terdefinisi itu adalah bilangan yang dibagi dengan nol.