Keindahan seorang Harini…

by membualsampailemas


Demikianlah pada suatu hari, ketika Harini turun dari pondok sambil membawa baju dan peralatan makan yang akan dicuci di kali, lewatlah di depan pondok serombongan penunggang kuda. Mereka sekira duabelas orang, seorang punggawa istana dengan para pengawalnya, dan di antara para pengawal itu tersisipkan pula beberapa orang pengawal rahasia istana.

Harini muncul dengan pembawaannya yang biasa. Bunga-bunga di rambut dan kain dari dada sampai ke bawah lutut, dengan perhiasan leher yang mempertegas kejenjangan lehernya. Rombongan itu sampai terhenti ketika melihat Harini turun tangga. Siapakah yang bisa menolak untuk menyaksikan betis Harini yang begitu indah sehingga tiada mungkin diungkapkan? Bahunya yang terbuka dan kedua tangannya juga hanyalah indah, begitu indah, terlalu indah, sehingga juga tiada mungkin lagi disampaikan seperti apakah kiranya keindahannya. Mulut mereka ternganga. Bahkan di istana tiada permpuan yang begitu memesona ketika melangkah seperti Harini. maka mereka mengikuti ke mana Harini pergi.

Nagabumi I