Pohon Rasa

by membualsampailemas


Ribuan, bahkan jutaan sudah tulisan manusia yang telah mengulas kerinduan dalam berbagai bahasa yang ada di bumi ini. Aku sampai bingung bagaimana lagi cara untuk mengungkapkan rindu dan sayangku padamu agar tak sama dengan segala rindu yang telah pernah ada dalam peradaban umat manusia. Aku ingin rinduku ini berbeda dari segala yang pernah muncul ke dunia. Aku ingin hanya engkaulah yang mendapatkan rinduku ini. Rinduku untuk tiap-tiap hal yang pantas kurindui tentu berbeda, tapi khusus padamu aku harus berjuang membentuk rindu itu agar benar-benar indah dan tiada duanya.

Nimas, aku berusaha keras, sangat keras, bagaikan tiada lagi yang lebih berjuang keras daripada diriku sekarang ini dalam menulis hal ini. Sudah sekian lama aku tiada menumpahkan kata-kata dalam bahasa tulis, lama sudah aku tiada merangkaikan segala macam rasa sehingga membentuk kalimat-kalimat yang cantik. Kau tahu, aku berusaha menuliskan bagaimana rinduku ini bisa sampai seperti ini, mengapa rinduku terkadang begitu menyiksa dan menyayat hati, tapi juga tak jarang bisa begitu membuat hati terbang tinggi. Kau tahu, deritanya derita tak seperti orang yang sedang merindu kekasihnya, senangnya senang pun tak seperti orang yang sedang merindu pujaan hatinya.

Akarnya rindu, bunganya cinta, entah mana yang lebih dulu tapi dari  keduanya bisa bermula. Jika rinduku ini begitu kuat sampai-sampai aku hampir tak dapat menahannya, itu berarti pohon rasa ini sedang menancapkan akar-akarnya dengan kuat dan menjalar memenuhi setiap sela-sela tanah hati. Kau tahu, ketika pohon rasa itu telah menancap dengan kuat di tanah hati, tanpa memupuknya pun dia akan tumbuh dengan sendiri. Dia akan memiliki bunga-bunga cinta kelak, bunga-bunga cinta yang tiada bandingnya dimana pun, hanya ada di tanah hatiku. Dan kau tahu, bunga itu akan selalu kurawat dan jaga, kubiarkan mekar selama-lamanya, lebih lama dari pada bunga edelweiss atau bunga manapun.

Sayangku, meski aku terlihat hanya selalu mengganggumu, sebenarnya aku sangat mengkhawatirkanmu, memikirkanmu setiap waktu, apakah yang sedang kau lakukan sekarang. Aku merasa terlalu memiliki meski aku belum sepenuhnya memiliki, aku merasa terlalu menyayangi, aku merasa terlalu mencintai. Begitu salahkah aku jika aku khawatir akan kehilanganmu? Aku pernah bilang padamu. Bukannya aku tak dapat hidup jika tanpamu, hanya saja aku akan sangat menderita, dan aku pun tak mau demikian. Kau tahu, bagaimana aku begitu ingin lagi menggenggam tanganmu di sela-sela jari dengan erat, sangat erat, begitu erat, bagaikan tiada lagi yang lebih erat dari genggamanku pada tanganmu, bagaikan khawatir bahwa aku tak dapat menggenggamnya lagi suatu saat nanti tapi aku tak ingin hal itu terjadi. Biarkan aku mencintaimu dengan segala caraku yang konyol ini. Biarkan aku merindukanmu dengan segala macam rindu yang pernah ada di bumi, dan dengan rindu yang belum pernah ada dan kali ini akan kuciptakan hanya untukmu.

Aku tahu, ketika kau membaca ini mungkin akan berpikir bahwa aku sangat konyol dan kekanakan. Namun biarlah demikian, nimasku, biarlah demikian adanya. Aku lebih memilih menjadi konyol karena mencintaimu dan memilikimu, daripada tidak konyol tapi aku tak dapat memilikimu kelak. Ah kau ini, ada hasrat dalam diriku yang begitu tinggi untuk menjadikanmu pendamping hidupku, dan aku senantiasa bermohon pada Tuhan mengenai hal itu. Kau telah tahu.

Sayangku yang cantik, sayangku yang baik, maafkan aku yang telah bersikap begini, maafkan aku yang telah sering membuatmu muak dan kesal, bosan dan enggan, namun aku cukup tahu bahwa sebenarnya kau juga mencintaiku walau kau enggan mengatakannya padaku. Dan tahukah kau, terkadang aku tak yakin kau benar-benar mencintaiku, terkadang aku tak yakin yang demikian telah terjadi, ketika kau seolah menjauh dariku, padahal dirimu tak bermaksud demikian. Aku hanya mencoba mengerti tentang semua dan sialnya sering aku tak juga mengerti dan memahami keadaanmu. Maafkan aku yang begitu tolol ini. Aku tak dapat menahan hasratku untuk mengetahui keadaanmu. Begitu menggeliatnya rasa ini dalam dadaku. Bolehkah aku memeliharanya? Boleh ya? Ingin aku sebenarnya, mendengarmu mengatakan kata-kata itu lagi, kata-kata yang membuatku merasa menjadi pria paling beruntung di dunia. Bisa kan suatu saat nanti kau mengatakannya setiap hari, setiap pagi?

ilustrasi Pohon Rasa

Pohon rasa ini telah begitu mengakar, hendak mengeluarkan bunga-bunganya yang begitu indah. Kau telah tahu, bagaimana aku menjadi seorang pencemburu, pencemburu yang sangat buruk. Betapa aku selalu mencemburuimu dengan segala hal yang dapat merenggutmu dariku, merenggut waktumu untukku. Aku benci menjadi seorang pencemburu, kau tahu itu, tapi aku tak dapat menghindarinya ketika aku melihatmu dengan beberapa orang tertentu yang kau telah tahu karena aku pernah mengungkapkannya. Namun kau pun tetap berlaku demikian dan itu sangat kumaklumi, kau adalah pribadi yang hebat dan kuat, kau adalah sosok yang menyenangkan hati siapa saja, tak heran banyak yang hendak dekat padamu. Aku sama sekali tak ingin mengekangmu dengan segala macam rasa yang telah aku miliki, aku tak ingin menjadi orang yang sangat posesif. Namun juga aku tak dapat menghindarinya ketika aku tetiba menjadi pencemburu yang buruk. Entah darimana datangnya rasa cemburu yang begitu menyiksa itu. Maafkan aku yang sering membuatmu merasa sedih dengan segala sikap cemburuku itu. Aku belum dapat mengendalikan hal itu, dan aku sekarang ini sedang berusaha keras, sangat keras.

Nimasku yang baik, aku berharap yang terbaik untuk kita berdua. Kita sudah sama-sama tahu bahwa semua ini ada di tangan Tuhan. Dia-lah yang menggenggam hati kita masing-masing, Dia-lah yang membolak-balikkan hati, dan Dia-lah yang akan meneguhkannya. Kita sama-sama belum tahu bagaimana masa depan itu, tapi aku berharap masa depan yang terbaik untuk kita, kita berdua. Kau tahu maksudku. Kalau pun Tuhan menghendaki lain, aku akan berusaha bersikap terbaik yang bisa dilakukan seorang manusia sepertiku, pun engkau akan begitu. Namun selama masih ada kesempatan, aku akan selalu dan selalu berusaha agar yang terbaik itu menjadi milik kita berdua. Aku akan berjuang dengan segala daya upaya yang telah diberikan Tuhan padaku agar kita dapat bersama.

Salam hangat dariku yang tak tahu sedang kau anggap sebagai apa. :)

*bintaro, 25 November 2012

Iklan