Permenungan

by membualsampailemas


-Beberapa orang tiada menyukai akan sesuatu yang dinamai kesendirian, apapun jenisnya-

Namun entah mengapa, aku menyukai kesendirian, karena ketika itu terjadi padaku, aku merasa dekat degan Tuhan. Dalam kesendirian aku bermenung, dalam kesendirian aku mengenal diriku sendiri.

Namun janganlah engkau pula terlalu lama dalam kesendirian, sudahilah ia dan datanglah pada keramaian. Begitu pun sebaliknya, terlalu rama dalam keramaian dapat membuat hatimu kering. Segala sesuatu harus berimbang, dan memang diciptakan demikian. Ketika dirimu tiba-tiba merasa sangat bahagia, tak lama kemudia pastilah akan diikuti dengan merasa tiba-tiba sangat sedih. Pun sebaliknya. Bahagia bergandengan dengan sedih, sedih bergandengan dengan bahagia. kesendirian-keramaian, keramaian-kesendirian.

Ketika merasa jauh pada Tuhan, mendekatlah dan ketika merasa dekat dengan Tuhan, jangan terburu terlena. Merasa adalah merasa, belum tentu sebenarnya. Yang paling tahu kita telah dekat dengan Tuhan adalah Tuhan sendiri. Dia yang Maha Tahu tentang kita. Sedangkan kita tiada boleh gedhe rumangsa/GR, bahwa merasa sudah dekat, begitu dekat, bagaikan tiada lagi yang lebih dekat dengan Tuhan. Pun kita tiada boleh berputus asa seolah Tuhan itu menjauh. Ingatlah, semua adalah dalam keberimbangan.

Kita manusia, layaknya budak di depan Tuhan. Sedangkan budak itu tak memiliki apa pun, bahkan dirinya sendiri. Maka sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu, sembahlah Tuhanmu, yang telah menghamparkan bumi dan meninggikan langit untukmu. Sembahlah Tuhanmu, yang telah menurunkan hujan dari langit yang daripadanya akan menumbuhkan pepohonan yang buahnya menjadi rizki bagimu.

Tadi semoga menjadi permenunganmu, ndees.. selamat menjalani aktivitasmu, semoga berkah. Selamat pagi.

Yang dicintai menjadi berarti karena ada yang mencintai..begitu pula sebaliknya. Dan sekali lagi, manusia akan menjadi berarti karena manusia lain.. Marilah kita saling memberi arti.

Iklan