Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan

by membualsampailemas


Tak terasa gelap pun jatuh
Diujung malam menuju pagi yang dingin
Hanya ada sedikit bintang malam ini
Mungkin kar’na kau sedang cantik-cantiknya

Lalu mataku merasa malu
Semakin dalam ia malu kali ini
Kadang juga ia takut
Tatkala harus berpapasan ditengah pelariannya

Di malam hari
Menuju pagi
Sedikit cemas
Banyak rindunya

**

Lalu mataku merasa malu
Semakin dalam ia malu kali ini
Kadang juga ia takut
Tatkala harus berpapasan ditengah pelariannya

Di malam hari
Menuju pagi
Sedikit cemas
Banyak rindunya

Payung Teduh

 

ptSepintas lalu, tulisan di atas seperti puisi. Ya, memang lirik ini adalah puisi ciptaannya Is, si pentolan dari Payung Teduh. Jika diamati lebih teliti, berkonsentrasi pada musik dan liriknya, niscaya kekhidmatan di dalam hati akan tercipta, sampil membayangkan betapa sunyinya malam menjelang pagi, hati yang resah, wanita pujaan hati, dan sebagainya. Tiap-tiap orang akan memiliki pembayangan yang berbeda mengenai lagu ini.

Entah mengapa, akhir-akhir ini saya tertarik pada band-band Independen macam mereka. Sebenarnya bukan hanya hang bergenre seperti Payung Teduh, tapi mulai dari yang sudah terkenal seperti The S.I.G.I.T, Mocca, SID, Float, dsb.

Lagi-lagi, saya diperkenalkan dengan musik independen oleh salah satu guru saya dalam hidup ini, tak lain adalah teman saya sendiri, Nisa namanya, si wanita seksi. Beberapa hari yang lalu saya minta referensi musik untuk didengarkan oleh telinga yang seolah sudah suntuk mendengar musik di televisi. Rasa-rasanya, ingin sekali mendengar musik yang beda, yang bagus tapi jarang terdengar. Lantas, beberapa lagu Payung Teduh berhasil mencantolkan telinga ini.

Berhubung masih baru dalam hal menjadi penikmat musik Independen, saya masih butuh banyak sekali referensi dari teman-teman yang tahu tentang hal ini. Terimakasih.