Membrahmana dan Menyudra Sekaligus

by membualsampailemas


Ketika orang yang suka dengan wayang mendengar kata Brahmana, yang terbayang olehnya adalah berbagai tokoh macam Resi Parasurama, Begawan Abyasa, Resi Gotama, dan lain sebagainya. Mereka semua adalah guru, orang yang penuh dengan ilmu, orang yang mengabdikan dirinya bukan berlandaskan materialisme semata, melainkan hanya mengharapkan suatu kelegaan batiniah dengan segala amal dan perbuatannya.

Sedangkan jika kita mendengar kata Sudra, maka sosok rakyat biasa, pelayan atau abdi yang terlintas, Punakawan. Mereka dengan setia mengabdi tanpa banyak neko-neko. Tak ada sudra, maka tak ada pula golongan lain karena golongan satu ada karena golongan lain.

Brahmana dan Sudra adalah dua golongan yang tidak dekat, yang satu orang suci, yang satunya lagi adalah pelayan. Lantas, bagaimana dengan membrahmana dan menyudra?

Membrahmana diartikan sebagai orang yang suka mengajar. Brahmana memiliki tugas untuk mengajari tentang kebaikan-kebaikan. Ia adalah tokoh suci yang penuh dengan ilmu. Sedangkan Menyudra adalah dapat berarti melayani orang lain dengan sepenuh hati.

Dapatkah orang membrahmana dan menyudra sekaligus? Dalam artian filosofis tentu saja hal tersebut bisa dilakukan. Ketika kamu memiliki kemauan untuk melayani dalam artian membuat orang lain senang, bahagia, melegakan, mengentaskan orang lain dari kesulitan, dan/atau membantu, itu artinya kamu menyudra diri. Ketika kamu menuntut ilmu, mengajarkannya secara luas ilmu baik itu dengan niatan yang tulus tanpa mengharap pamrih, itu berarti kamu membrahmana.

Menjadi Brahmana dan Sudra sekaligus pada era sekarang ini dapat pula dimanifestasikan oleh sosok Pemimpin. Pemimpin yang bukan sembarang pemimpin, ia bukan hanya sekedar menyandang nama dan jabatan, tapi juga menyandang tanggung jawab moral yang besar.

Pemimpin sudah selayaknya melayani yang dipimpin, menyudrakan diri, bukan malah sewenang-wenang dengan yang dipimpinnya. Disamping menyudra, pemimpin juga harus memberi teladan atau contoh yang baik, membrahmana, mengajari orang-orang yang dipimpinnya. Kunci dari kesuksesan seorang Pemimpin ada di dua hal tersebut, menyudra dan membrahmana.

Semoga pikiranmu mlethik, lalu kamu dapat memahami arti membrahmana dan menyudra sekaligus tanpa perlu banyak bertanya, renungkan lantas jalankan.

Iklan