Beginilah PKL-ku di KPPN, kamu?

by membualsampailemas


Praktik Kerja Lapangan ternyata tas seseram dalam bayangan yang terlintas dulu, ketika saya masih berada awal-awal semester 6 sebagai mahasiswa STAN. Dulu, bayangan saya jika PKL itu pasti saklek dan serius, ternyata tidak sama sekali, bahkan jauh di luar dugaan: PKL itu mengasyikkan.

Bukan sebuah kebetulan jika mahasiswa Kebendaharaan Negara melaksanakan PKL di instansi vertikal Kementerian Keuangan yaitu Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN), yaitu suatu kantor di bawah lingkup Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Masyarakat awam mungkin jarang yang tahu akan kantor ini, karena memang KPPN itu tidak berhubungan dengan masyarakat langsung, melainkan dengan kantor-kantor/satker vertikal pemerintah pusat lain.

Tak terasa, saya dan teman-teman –ada Bayu, Mbak Fa, Wawik, Reza, Alip, Hamdani, dan Jimi– sudah melaksanakan PKL jalan 4 minggu ini, padahal tugas kami untuk PKL hanya 5 minggu. Ternyata 5 minggu itu sangat singkat untuk kami, karena mungkin kami sudah kerasan di KPPN Purworejo sini. KPPN Purworejo, Jl.Urip Sumoharjo No.83, Purworejo, dekat SPBU Suronegaran. Saya yakin tak hanya kami yang merasakan kesenangan ketika PKL, mungkin seluruh mahasiswa STAN yang sedang menjalani PKL pasti sudah mulai kerasan dengan kantor tempat PKL-nya. Namun saya hanya ingin menceritakan sedikit tentang keadaan di sini.

Futsal adalah kegiatan yang paling senang dilakukan oleh para bapak-bapak pegawai, satpam, dan cleaning service di hari jumat pagi dan kadang-kadang waktu sore jam setengah 5. Di sebelah selatan kantor ada lapangan futsal yang cukup luas, di sebelah barat ada lapangan tenis tapi jarang dipakai. Lapangan futsal lebih dicintai daripada lapangan tenis. Semenjak kami datang, selalu saja para bapak-bapak itu mengajak futsal kami, begitu menyenangkan. Tak perlu bawa sepatu dan kaus kaki, di kantor ada buanyak sepatu futsal nganggur dan kaos kaki, bahkan kaos atasan dan kolor pun ada. Senin kemarin sudah masuk bulan puasa, kami futsal sore hari sampai tiba waktu berbuka puasa, sangat nikmat.

Mungkin di setiap instansi yang jadi tempat PKL mahasiswa STAN pasti ada giliran putar/rolling, ada 4 jenis eselon IV di KPPN Purworejo, karena di sini adalah KPPN tipe A2. Saya pertama kali menempati seksi Bank&Giro Pos. Hanya ada 4 pelaksana plus satu kepala seksi. Paling suka dengan Bu Rinto yang ternyata Muda Ganesa (Alumni SMAN 1 Purworejo) angkatan ’77 dan sangat pintar jika menjelaskan soal aturan-aturan keuangan negara. Di seksi Bank&Giro Pos juga ketemu dengan Pak Dono, beliau orangnya lucu dengan gayanya sendiri. Lalu ada Bu Peni, Bu Rum, dan Bu Anna (kepala seksi yang pintar main game 161, beliau sangat cepat kalau main! expert).

Setelahnya, minggu ke dua saya pindah ke seksi Verifikasi dan Akuntansi (Vera), ada 5 pelaksana plus satu kepala seksi. Ada bu Gandhini yang suka di FO kalau melayani rekonsiliasi akuntansi dari satker, lalu Bu Yanti, Bu Isna, dan Bu Retno yang ada di Back Office merekonsiliasi macam-macam, lalu Pak Mada yang ahli futsal dan ahli mondar-mandir, serta Pak Eko (kepala Seksi yang suka jadi pemain belakang kalau futsal, mapras bal!).

Minggu ke tiga saya pindah ke bagian Umum yang dikepalai oleh Pak Hari, arek suroboyo asli. Beliau merupakan salah satu dosen pembimbing lapangan, plt. Kepala Kantor (Kepala KPPN Purworejo, Pak Didik, pindah ke Kanwil Bali sewaktu minggu pertama kami datang PKL), dan Pak Hari merupakan pemain sayap kanan, mondar-mandir di kanan lapangan, maksudnya. Di bagian Umum ada Simbah yang suka berkirim surat dan membuat surat dinas, ada Mbak Ita (bendahara) dan bu Eko (mantan bendahara), Pak Kus (Pejabat Pengadaan) yang pendiam, Bu Rasmi (PPK) yang menciptakan mars KPPN Purworejo, Mas Parno yang tambun dan suka bercanda, dia juga sangat suka futsal. Bagian Umum merupakan yang paling banyak pelaksananya. Tak bisa saya sebutkan satu per satu.

Minggu ke empat ini, saya pindah lagi ke bagian Pencairan Dana yang isinya pelawak-pelawak tukang futsal. Ada Pak Abas, tetangga dulu pas kost di perumahan KBN, seorang haji yang ‘alim’. Beliau CS an sama pak Hartono. Kalau mereka berdua ada, pasti ada yang cekikian. Ada pak Budi yang seorang striker tapi jarang ngegolke, heuheu. Lalu Pak Joko yang tetap ngaku Joko padahal sudah punya istri dan anak (ya iya lah), Pak Iswan (Kepala Seksi) yang suka cerita dan Bu Ning yang lemah lembut tapi juga suka cekikian.

“Kok nggak adil ya, polisi gajinya lebih gede daripada PNS, kan sama-sama pegawai negara?” tanya Bayu

“Nek polisi ki pistol e 2, lha koe ki mung 1 kok le njaluk gaji gede!” Jawab Pak Abas. Kontan kami ketawa-ketawa mendengar jawaban itu. Itu baru satu, belum yang Pak Abas cerita tentang upil dan Pak Dono. Lebih ngakak lagi!

Ah, betul masa-masa yang josdhik! Saya jadi berpikir, apa saya juga bakalan seperti mereka kelak jika sudah tua? Ikatan persaudaraan di sana sungguh kental. Tak hanya KPPN Purworejo, mungkin semua yang menjadi tempat PKL akan meninggalkan bekas manis di hati masing-masing mahasiswa yang pernah PKL di sana. Soal pekerjaan yang dilakukan, jangan khawatir, mereka semua selalu membantu mengajari kami tentang berbagai masalah yang berkaitan dengan best practice di kehidupan nyata dengan peraturan yang berlaku, aplikasi-aplikasi, dan lain sebagainya. Kan iya?

Mungkin besok sore kami akan futsal lagi sampai bedug maghrib, lantas buka bersama pakai gorengan, teh anget, dan kolak dari Pak Abas. J Gimana PKL mu, ndees? Sudah lengkap data untuk laporanmu? Heuheu.

Salam jozzdhik!

Purworejo, 16 Juli 2013

Setyoko Andra Veda