Rindu Sejenak

by membualsampailemas


Bintang-bintang itu berkedip-kedip, seperti ketika dia mengedipkan mata indahnya yang bulat itu. Bulan sabit nampak seperti alisnya, melengkung indah dengan gaya. Segala makna kini terberai dalam dinginnya malam, mereka lantas menyelimuti sekujur tubuhku, menjelma dingin yang menusuk tulang. Kini aku sadar, ternyata aku terbalut rindu yang tak kunjung padam.

Perasaanku kini seluas langit malam, membentang lebar memayungi bumi yang kelam. Malam yang rindang, sama seperti ketika aku mencoba menguji perasaan lalu aku gagal. Malam tatkala dia menjadi ujian. Malam di musim ini terlalu membunuhku, aku mati berkali-kali dan bangkit lagi hanya untuk merasakan mati itu kembali. Tiada persalahan.