Mulai Dari Diri Sendiri

by membualsampailemas


Sebuah kisah klasik yang sering dipertuturkan para cendekia atau guru-guru di berbagai mimbar ilmu menyadarkan kita tentang bagaimana pentingnya untuk memulai sesuatu sejak dalam diri sendiri, bukan mengandalkan orang lain. Kisahnya kurnag lebih seperti ini.

Syahdan, ada seorang pemimpin di suatu kampung yang cukup luas ingin menguji rakyatnya. Pemimpin itu menitahkan agar seluruh rakyatnya menyumbangkan madu satu sendok penuh dari persediaan di rumahnya. Hanya satu sendok, dan gugurlah kewajiban. Madu-madu itu harus dikumpulkan di suatu bejana yang cukup besar yang berada di puncak bukit di tengah desa pada malam hari yang telah ditentukan.

Malam itu pun datang, malam ketika madu-madu itu harus dikumpulkan. Seseorang di antara rakyat tersebut, sebut saja si X, memiliki gagasan sendiri tentang hal itu. Bahwa ia akan mengganti sesendok penuh madu dengan sesendok penuh air. Ia berpikir toh jika sesendok air dilimpahkan ke dalam bejana yang penuh madu nantinya tidak akan berpengaruh apa-apa. Maka pada malam itu, si X membawa sesendok penuh air ke tempat dikumpulkannya madu dan menuangkannya. Malam itu memang benar-benar gelap.

Keesokan harinya apa yang terjadi? Ternyata bejana yang seharusnya berisi madu penuh itu sekarang berisi air seluruhnya. Pada kenyataannya yang berpikir bahwa air sesendok penuh takkan mengubah apapun dari sebejana besar madu adalah seluruh warga desa tersebut.

Dari cerita singkat tersebut bisa diambil pelajaran bahwa satu tindakan yang kita lakukan sebenarnya memiliki dampak untuk hal lain. Berpikir bahwa tindakan salah kita yang hanya terlihat kecil tidak akan berdampak buruk bagai kebanyakan adalah kesalahan fatal. Mengandalkan orang lain tak selamanya akan berakhir baik, andalkanlah diri sendiri terlebih dahulu. Mulailah dari diri sendiri.