Tolong Pergi

by membualsampailemas


Setahun lebih. Semalam aku secara tak sengaja memimpikanmu. Masa lalu yang menyakitkan, tapi pada saat bersamaan begitu kucintai. Sebegitu aku mencintaimu sampai aku merelakanmu untuk pergi walau dengan usaha yang tak mudah.

Masa lalu hanyalah masa lalu. Dia telah lewat, dia sudah tertinggal, dia sudah menjadi kenangan yang tak akan pernah bisa diubah lagi, betapa kenangan itu tak akan pernah teringat secara sempurna seperti halnya mengubah masa lalu itu sendiri.

Tapi masa lalu itu belakangan ini menghantuiku. Manusia tak bisa mengingat dengan sempurna, tapi manusia masih memiliki kesan yang unik akan masa lalunya sendiri. Begitu pula diriku ini yang belakangan merindukan masa-masa ketika aku mencintai sekaligus tersakiti, ketika aku masih bisa melihatmu. Aku merindukan masa-masa itu bukan berarti aku ingin menemuinya kembali, mungkin aku hanya ingin bertemu denganmu walau itu hanya keinginan sesaat. Hanya memastikan keadaanmu baik-baik saja, setelahnya lanjutkanlah hidup menyenangkanmu itu. Aku tahu tiada akan pernah semudah itu.

Aku tak bisa terus menerus dirantai oleh bayangan dan kesan darimu. Aku susah bangkit jika engkau masih menghampiriku dalam bayang-bayang mimpi, atau ingatan yang seperti ini. Mengapa suatu bayangan dapat begitu merasuk di dalam ingatan, mungkin karena ia pernah berbentuk dan pernah nyata dalam kesemuan semesta di depan mataku.

S. Andra Veda

-sebuah fiksi sering dibebani tafsir yang tak ia niatkan sendiri-

Iklan