Tahta II

by membualsampailemas


Selagi pertama menulis artikel Tahta edisi sebelumnya, saya mengutipkan perkataan Lord Baelish dalam Game of Thrones yang berkata pada Cersei bahwa: Pengetahuan adalah kekuatan yang sebenarnya. Agaknya itu adalah benar adanya.

Seseorang yang berpengetahuan atau berilmu lebih memiliki kekuatan yang besar daripada yang kurang memiliki pengetahuan. Dari padanya, strategi dapat disusun untuk menjatuhkan lawan, sehingga kemenangan akan diraihnya dengan lebih efisien tanpa memerlukan pemborosan usaha. Bekerja keras itu baik, namun lebih baik lagi adalah bekerja cerdas. Tanpa mengurangi rasa hormat pada otot-otot yang begitu keras dalam bekerja, tapi otak lah dalang di balik peristiwa.

Dari hal di atas dapat dikatakan bahwa pendidikan adalah lebih utama daripada agitasi. Sekeras dan selantang apapun agitasi yang dilakukan, tanpa suatu pendidikan mental yang mumpuni, maka rakyat akan dengan mudah lupa pada apa yang terucapkan. Sudah bukan waktunya untuk beragitasi di depan rakyat, sekarang saatnya melakukan pendidikan kepada rakyat. Kita tidak mau dan sama sekali tidak ingin orang lain membodohi diri kita. Kita tidak ingin tertindas oleh pihak lain, bahkan oleh teman kita. Kita ingin kesetaraan yang berkah, yang bertanggung jawab, dan yang adil. Kesetaraan yang bukan berarti tanpa pemimpin.

Beradu argumen adalah hal yang wajar bahwa tiap-tiap calon presiden memiliki tawaran yang berbeda untuk mencapai tujuan bangsa yang satu. Perbedaan tawaran itu bisa kita lihat menjelang pemilihan presiden yang akan dilaksanakan beberapa hari lagi. Tapi setelahnya, kita akan lupa apa-apa yang pernah terucap.

Sebagai pemilih yang memiliki hak pilih, pengetahuan dapat membuat kita memenangkan jagoan kita, tapi di sisi lain ia dapat begitu menyakitkan. Menyakitkan ketika mengetahui bahwa di antara kedua calon itu memiliki masing-masing titik lemah, meskipun itu adalah hal yang wajar. Tapi kita merasa takut, takut akan masa depan bangsa, takut akan masa depan kita dan anak-anak kita kelak.

Tahta itu telah begitu menarik perhatian orang banyak. Dan kalaupun tiada dapat mendudukinya, maka berputar-putar di sekitarnya pun akan terasa manis. Dengan pengetahuan lah dapat diperoleh kuasa. Dari kuasa itu muncul kekuatan.