Berulang tak bernyawa, rahasia.

by membualsampailemas


Ada hati yang terluka,

Lukanya menganga,

Tertusuk tombak pilu terkata,

Tiada terobati dalam rindu,

Mengguyur tanpa rasa malu,

Membuai dalam angan semu,

Kenangan menghujam bak peluru,

Semua hilang dalam sesaat,

Gelap tiada berbintang,

Bulan berayun sendirian,

Telaga hitam berkilauan,

Tenggelam lagi dia dalam-dalam,

Musim tiada berganti, enggan,

Aku jatuh lagi,

Di lubang hitam membentang,

Menganga menghantam, mengujam, meluas, merebak, menggubah, guyur, dalam, hina, nestapa..

Entahlah, entah, entah, entah..

Angin mengurung semua, terperangkap pada itu saja,

Tiada dapat ia lepas, sulit, terkenang kecewa,

Memaafkan hujan itu dalam dalam,

Tak ingin membentang epas,

Hanya sekadar berjuang,

Habis di tengah jalan.

Habis.

Habis.

Habis.

Dalam kerahasiaan, yang tak memunculkan waktu,

Udara tak bisa menjadi segar,

Gelap datang dan mata memalu, semakin malu,

Tapi segala enggan, mata malu dan enggan bersamaan,

Pasir mengapung di udara

Menuju langit,

Matahari menerpa,

Membunuh sang bulan, perlahan, perlahan,

Diam, seluruhnya diam. Entah.

Mencari dalam ketiadaan.